Home Environment PBB Kampanye di Sosial Media Indonesia Terkait Maraknya Perburuan Satwa Liar

PBB Kampanye di Sosial Media Indonesia Terkait Maraknya Perburuan Satwa Liar

0
SHARE
Southern white rhinoceros (Ceratotherium simum simum) skulls retrieved from animals killed by poachers, Endangered species, Mkhaya Game Reserve, Swaziland

PBB Kampanye di Sosial Media Indonesia Terkait Maraknya Perburuan Satwa Liar

Jakarta,ISAFETYNEWS.com-Kampanye Perserikatan Bangsa-Bangsa “Wild for Life” untuk meningkatkan kesadaran tentang satwa liar yang terancam punah diluncurkan di salah satu platform sosial media terpopuler di Indonesia.

Perdagangan ilegal satwa liar diperkirakan bernilai US$50-150 milyar per tahun, yang disumbang oleh kejahatan hutan dan penebangan liar senilai sekitar US$30-100 milyar. Negara di Asia Pasifik menjadi hulu, hilir dan titik lintas untuk perdagangan ilegal satwa liar.

Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia – sebuah hubungan tidak ternilai dalam siklus kehidupan dan keberlangsungan manusia, serta sebagai kebanggaan nasional dan pembangunan ekonomi berkelanjutan – kini terancam oleh tindakan dan praktik manusia yang abai, diantaranya perburuan liar. Lebih dari 70 persen kasus yang berkaitan dengan kera besar sejak 2013 melibatkan orangutan dari Indonesia. Baik orangutan dari Kalimantan dan Sumatra kini telah dikategorikan  dalam daftar terancam punah.

Peluncuran kampanye “Wild for Life” hasil kerjasama dengan Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIC) Jakarta dan Path Indonesia, bertujuan untuk menggalang dukungan masyarakat untuk menghentikan permintaan yang mendorong terjadinya perdagangan ilegal di satwa liar. Kampanye ini berharap untuk menarik partisipasi anak muda Indonesia, pengguna langsung platform sosial media, untuk mendaftar dalam kampanye ini dan meningkatkan kesadaran bahwa perdagangan ilegal satwa liar berdampak pada ekonomi, masyarakat juga mengancam keamanan.

“Kejahatan terhadap satwa liar tidak hanya mengancam margasatwa itu sendiri, namun juga mengancam komunitas lokal dan ekonomi nasional, serta menyangga keberadaan kartel kriminal internasional. Semua orang memiliki peran untuk melawan ancaman ini, baik pembuat kebijakan, penegak hukum, perusahaan ataupun warga sipil. Tindakan yang kita ambil akan menentukan keberlangsungan kehidupan satwa liar di dunia,” ujar Isabelle Louis, Direktur Regional Interim, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Environment) untuk Asia dan Pasifik.

Publik figur Indonesia seperti Davina Veronica dan Anggun telah bergabung dengan sekian banyak publik figur dunia, yang menyerukan tindakan untuk melindungi spesies terancam dengan mengurangi permintaan satwa liar dan produk terkait serta melestarikan spesies ikonik seperti orangutan, harimau, badak dan rangkong gading.

Ilutrasi Path
Ilutrasi Path

“Path Indonesia dengan bangga mempelopori tujuan mulia ini bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Alex Kim, Direktur Pelaksana Path Indonesia. “Kami ingin menggunakan jangkauan dan kapasitas kami untuk membawa kesadaran sosial dan perubahan nyata yang akan bermanfaat bagi kemanusiaan.”

 

#WildforLife dijalankan oleh Program Lingkungan PBB (UN Environment), Program Pembangungan PBB (UNDP), Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dan Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam (CITES). (ehs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 4 =