Home OHS Sebanyak 1,8 Persen Pengemudi Gojek Ikut BPJS dalam Sebulan Pertama

Sebanyak 1,8 Persen Pengemudi Gojek Ikut BPJS dalam Sebulan Pertama

0
SHARE
Pengemudi Gojek (FOTO: Gojek)

JAKARTA, ISafetyMagz.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerja sama dengan mitra PT GOJEK Indonesia untuk memperoleh program jaminan sosial peserta bukan penerima upah (BPU), setelah sebelumnya juga merangkul PT Uber Indonesia.

Chief Human Resources Gojek Indonesia Monica Oudang mengatakan, sejak diluncurkan pada Oktober 2017, sebanyak 9.000 pengemudi telah melakukan pendaftaran jaminan kerja. Angka itu tercatat hanya sekitar 1,8 persen dari total mitra di seluruh Indonesia yang berjumlah 500 ribu orang.

“Kerja sama dilakukan demi meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pekerja sektor informal,” ujarnya, Sabtu (11/11).

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E. Ilyas Lubis menyebutkan, pihaknya menargetkan jumlah kepesertaan aktif sebesar 15,2 juta orang pada 2017 atau meningkat 11 persen dari periode sebelumnya.

“Saya kira setengah juta orang dari Gojek kalau mereka ikut semua itu sudah sangat baik,” katanya.

Pihaknya berharap program ini bisa langgeng untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai sektor informal. Jaminan asuransi mampu memastikan pengemudi dan keluarga terlindungi dari beban yang tak diinginkan.

Nantinya, pengemudi Gojek akan mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dengan insentif kemudahan proses pendaftaran dan pembayaran. Untuk mendukung kemudahan, program ini juga melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Untuk menghadapi tantangan dalam peningkatan pemahaman dan kepatuhan membayar iuran, kami bekerja sama dengan Bank Mandiri,” sambung Monica.

Pendaftaran BJPS Ketenagakerjaan untuk pengemudi Gojek bisa dilakukan secara daring (online) melalui aplikasi Gojek. Hanya tersedia satu premi untuk Jaminan Kematian dan Kecelakaan Kerja dengan total iuran Rp16.800 per bulan yang harus dibayar para pengemudi.

“Tujuan kami adalah edukasi mengenai keuangan dan menambah kepesertaan BPJS saja. Karenanya hanya ada satu premi dengan iuran yang paling murah. Ke depan, tentu saja kami ingin menambah dan memberikan kemampuan untuk menaikkan premi,” paparnya.

Nantinya, pengemudi tak perlu membayar iuran melalui cabang BPJS, melainkan lewat setoran otomatis (auto debet) ke rekening Bank Mandiri setiap bulan.

Direktur Kelembagaan Bank Mandiri Kartini Sally menyebutkan, pihaknya merupakan mitra utama BPJS Ketenagakerjaan untuk layanan pendaftaran dan pembayaran iuran bagi peserta dari berbagai saluran di antaranya, 2.603 kantor cabang, 17.695 ATM, fasilitas elektronik lain.

Sumber: cnnindonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 4 =