Home Regional News Crash Test Toyota Fortuner Mendapatkan Rating Bintang 5

Crash Test Toyota Fortuner Mendapatkan Rating Bintang 5

0
SHARE
Mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Ketua DPR Setya Novanto yang mengalami kecelakaan (FOTO: Elfani Kurniawan)

JAKARTA, ISafetyMagz.com – Polisi mengatakan kecelakaan mobil yang dialami Ketua DPR Setya Novanto berada di kisaran 50 km per jam. Hasil itu berdasarkan pemeriksaan tim Traffic Accident Analys (TAA) saat olah TKP.

“Untuk kecepatannya hasil dari pada TAA itu 50 Km/Jam,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Kecepatan mobil yang dikemudikan oleh Hilman Mattauch itu terus menurun ketika mobil menabrak pohon. Kecepatan terakhir sebelum menabrak tiang lampu juga diketahui semakin menurun.

“Kemudian membentur trotoar kemudian terjadi pengurangan kecepatan jadi 30 Km/jam, waktu hantam pohon sebelum menabrak tiang lampu itu kecepatan turun lagi jadi 21 Km/jam,” papar Halim.

Nah lembaga keselamatan biasanya melakukan crash test mobil untuk menguji keandalan mobil dalam menangani tabrakan, baik depan maupun samping. Crash test ini biasanya dilakukan dalam kecepatan 60-64 km per jam, dengan posisi tabrakan frontal, samping. Bagaimana efek tabrakan mobil dalam kecelakaan 60 km per jam itu?

Hasilnya bisa Anda lihat pada crash test Fortuner yang dilakukan oleh Latin NCAP pada Desember 2016 di bawah ini:

Latin NCAP menyebut, Fortuner mendapatkan rating yang bagus untuk crash test. Untuk perlindungan orang dewasa mendapatkan skor 15,71 dari maksimal 17 sementara perlindungan anak mencapai 44,25 dari maksimal 49. Itu sudah cukup buat Fortuner untuk mendapatkan bintang 5, rating maksimal dalam crash test.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Toyota memasang perangkat keamanan aktif dan pasif dalam setiap mobilnya. Yang aktif merupakan fitur seperti ABS (antilock Brake System) dan EBD (Electronic Brake Distribution). “Sebelum collision (tabrakan) dia akan bekerja,” ujarnya.

Sementara untuk perlindungan pasif seperti sabuk pengaman. “Dia akan menjaga penumpang, masing-masing intinya kita akan melindungi penumpang,” ujarnya.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 2 =