Home OHS Insiden di Proyek Pakubuwono Spring yang Menewaskan 3 Orang Pekerja

Insiden di Proyek Pakubuwono Spring yang Menewaskan 3 Orang Pekerja

0
SHARE
Polisi Olah TKP di Apartemen Pakubuwono Spring (FOTO: adji)

JAKARTA, ISafetyMagz.com – Peristiwa nahas terjadi di lokasi proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Jakarta Selatan. Tiga orang pekerja meninggal dunia, dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kejadian bermula saat para pekerja sedang mengerjakan plafon di area podium proyek pada Selasa, 26 Desember 2017, sekitar pukul 20.15. Tak disangka, bangunan di area podium itu tiba-tiba runtuh dan menimpa para pekerja tersebut.

Para pekerja yang menjadi korban dari kejadian tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit (RS) terdekat. Dua orang di antaranya meninggal di lokasi, sementara satu korban meninggal di RS.

Tiga orang korban luka adalah Aris Suryanto (33), Muklas (44), dan Idris bin Sobari (28). Sementara, tiga korban tewas adalah Adi alias Bima (30), Khoirul Mas’um (35), dan Dedi Irawan.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) langsung turun tangan untuk mengusut kecelakaan kerja tersebut. Tiga petugas Kemenaker yang tak mau disebutkan namanya mengunjungi lokasi kejadian untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

“Saya mau ke dalam (area proyek). Mau meriksa (dari sisi) ketenagakerjaan,” jelas salah seorang petugas tersebut saat datang sekitar pukul 12.30 WIB.

Tak hanya Kemenaker, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin bersama jajaran juga menyambangi lokasi kejadian. Mardiaz memastikan ada kelalaian dalam insiden robohnya bangunan di proyek apartemen tersebut.

“Yang jelas, pasti ada kelalaian karena menyebabkan meninggal dunia orang,” kata Mardiaz kepada wartawan di lokasi proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Jl Teuku Cut Nyak Arief, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

Saat Mardiaz mendatangi lokasi kejadian, seorang korban bernama Dedi Irawan belum bisa dievakuasi. Proses evakuasi terkendala karena fondasi bangunan yang tak kokoh. Setelah 22 jam, jasad Dedi akhirnya berhasil dievakuasi.

Jenazahnya langsung dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Selanjutnya, kasus ini akan ditangani oleh Polres Jakarta Selatan.

“Sudah berhasil dievakuasi. Dibawa ke RS Fatmawati, kasus selanjutnya dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres” kata Kurniawan saat dihubungi detikcom via pesan singkat, Rabu (27/12).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut menyoroti kecelakaan kerja tersebut. Anies menegaskan kecelakaan itu mempunyai konsekuensi hukum.

“Setiap ada peristiwa yang punya konsekuensi hukum, hukum akan ditegakkan. Apakah itu terkait dengan perda atau pidana. Jadi nanti biar petugas melihat. Kalau nanti kaitannya dengan perda, akan kita tegakkan. Kalau kaitannya dengan pidana, biar nanti aparat penegak hukum yang tegakkan,” ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Senada dengan pernyataan Anies, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan pihaknya akan mengusut kejadian yang menewaskan tiga orang pekerja tersebut. Sandi juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

“Kami dari Pemprov mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan yang sangat mendalam. Tentunya musibah ini bisa menimpa setiap saat,” ucap Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Hingga saat ini pihak manajemen belum memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut. Pengawas dan pihak safety dari PT Tunas Jaya Sanur yang menjadi saksi saat kejadian juga telah dicoba dikontak namun enggan memberikan tanggapan.

Meski begitu, polisi mengungkapkan pihak apartemen akan menanggung seluruh biaya pengobatan ketiga korban yang mengalami luka-luka. Pihak apartemen juga telah memberikan uang duka kepada pekerja yang tewas.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 6 =