Home Environment Kolinlamil Fasilitasi Aksi Bersih-bersih Laut di Pelabuhan Tanjung Priok

Kolinlamil Fasilitasi Aksi Bersih-bersih Laut di Pelabuhan Tanjung Priok

0
SHARE
Seorang prajurit TNI AL tampak sedang membersihkan sampah dari laut di perairan Teluk Jakarta, Jumat (12/4/2019). (Foto/Antara)

JAKARTA, isafetymagz.com – Laut bak keranjang sampah maha luas. World Economic Forum pada 2016 menyatakan, tiap tahun, 8 juta ton plastik mengalir ke laut.

Indonesia sendiri menempati peringkat kedua di dunia setelah Cina dalam hal limbah plastik di laut dengan menyumbang 187,2 juta ton sampah plastik (Jambeck, 2015). Padahal, sampah plastik merupakan sampah yang dapat mencemari lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terdegradasi.

Plastik bisa berumur ratusan tahun di lautan dan terurai menjadi partikel kecil dalam waktu yang lebih lama lagi. Plastik bakal terakumulasi terus dan terus di laut.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017 menyebutkan, sampah plastik di lautan sekitar 20% berasal dari sektor pelayaran dan perikanan.

Sisanya, 80%, berasal dari daratan. Artinya, masyarakat Indonesia memang masih gemar membuang sampah (plastik) ke sungai dan akhirnya bermuara di lautan, keranjang sampah maha luas di planet ini.

Berkaitan dengan hal pengendalian pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut, pemerintah Indonesia dalam berbagai forum internasional telah menyatakan komitmen mengurangi sampah plastik di laut sampai 70% pada 2025.

Pemerintah sendiri sejak 2015, sudah berkomitmen dengan melakukan Gerakan Menghadap Laut, yang konkretnya berupa gerakan aksi bersih-bersih laut.

Terkait hal itu, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) memfasilitasi acara bersih-bersih perairan Teluk Jakarta, Jumat (12/4/2019). Kegiatan lintas sektoral ini melibatkan berbagai instansi maritim di wilayah Jakarta utara dan sejumlah elemen masyarakat.

Kegiatan yang digelar dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Bersih tahun 2019 di mana TNI AL membantu pemerintah untuk menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan khususnya wilayah pantai dan perairan.

Acara bersih laut yang diprakarsai Staf Potensi Maritim (Spotmar) Mabes TNI AL ini diberi tema “TNI AL bersama komponen masyarakat melaksanakan gerakan Indonesia bersih dalam rangka mengelola sampah, hidup, bersih, sehat dan bernilai diperairan Pelabuhan Tanjung Priok”.

Bersih-bersih laut dimulai usai apel gabungan, sejumlah personel Kolinlamil, Armada I, Polres Jakarta Utara, Kodim Jakarta Utara, Polair, Yon Bekangair, KPPP, Pellindo, Syahbandar Tanjung Priok, Bea Cukai, KPLP, SAR dan Pramuka Saka Bahari dengan seragam kaos masing-masing instansi mulai merapat ke wilayah perairan teluk Jakarta sekitar pukul 07.00 WIB.

Mereka kemudian menaiki perahu karet dan kapal kayu untuk melintasi sektor-sektor yang terindikasi banyak sampah.

Masing-masing instansi terbagi atas 3 sektor pembersihan yakni sektor 1 di Kolinlamil, sektor 2 dan 3 berlokasi di JICT.

Puluhan plastik hitam besar digunakan untuk menampung sampah yang yang ditemukan dari pesisir maupun mengapung di perairan. Beberapa personel juga mengenakan pakaian selam untuk menyisir kawasan tercemar.

Panglima Kolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. tampak mendampingi Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut (Aspotmar Kasal) Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswanto berada di KAL Nirwana III untuk turut bersama prajurit dan peserta menjaring sampah-sampah yang terapung dilaut.

Panglima Kolinlamil menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan menyusul adanya laporan banyaknya sampah berserakan di kawasan tersebut.

Sementara Aspotmar Kasal menjelaskan kepada media massa yang hadir bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan partisipasi TNI AL dalam menindaklanjuti laporan banyaknya sampah di kawasan pelabuhan oleh karena itu, untuk kami (TNI AL) mengajak stake holder terkait untuk bersama-sama melaksanakan bersih-bersih di kawasan ini.

“Bersih-bersih laut ini disamping melibatkan beberapa komponen kotama TNI AL di Jakarta, juga kita melibatkan ada pramuka, ada dari Pellindo, dari polair, dan instansi lain yang berada di kawasan ini,” jelasnya.

Ada sekitar 700-an orang yang diterjunkan untuk membersihkan laut dengan garis pantai sepanjang 300 meter itu. Setelah rampung, para peserta mengangkut sampah-sampah tersebut.

“Kita cukup berbangga kalau masyarakat juga ikut terlibat di dalamnya. Bagaimana pun juga itu tanggung jawab kita bersama,” Aspotmar Kasal menandaskan. (Dispen Kolinlamil/Hasanuddin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 3 =