Home Education Usahid Buka Kampus B Program Pascasarjana MK3L di Jatinegara

Usahid Buka Kampus B Program Pascasarjana MK3L di Jatinegara

0
SHARE

JAKARTA, isafetymagz.com – Indonesia merupakan negara dengan risiko tinggi bencana. Dibutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidang K3, khususnya Manajemen K3 Lingkungan.

Dalam konteks itu, Program Pascasarjana Universitas Sahid melebarkan sayapnya dengan membuka Kampus B di Jl Raya Jatinegara Timur No 46, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Indonesia masih kekurangan tenaga-tenaga ahli di bidang K3L. Tidak saja menangani bencana-bencana alam, tetapi juga bencana-bencana di perkotaan. K3L cakupannya luas. Tak sekadar bencana alam,” kata Ketua Program Pascasarjana Usahid Prof Dr Ir Kholil, M Kom kepada isafetymagz.com di Jakarta, Senin (22/4/2019).

PROF DR IR KHOLIL, MKOM

Menurut Prof Kholil, peminat magister di bidang manajemen K3L cukup besar. Karena itu, katanya, untuk memudahkan para pekerja yang berada di kawasan Jakarta Timur, Usahid membuka kampus keduanya di kawasan Jatinegara Jakarta Timur.

“Kampus pertama ada di Jl Sudirman. Nah (kampus) ini merupakan pengembangan mengingat banyaknya peminat program Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (MK3L), maka kami membuka kampus kedua di daerah Jatinegara. Ini untuk memudahkan para pekerja yang bekerja di kawasan Jakarta Timur,” kata Prof Kholil.

Dengan dibukanya kampus kedua itu, Prof Kholil berharap, Usahid bisa mencetak tenaga-tenaga ahli di bidang MK3L mengingat saat ini jumlahnya masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri, kata Prof Kholil, hanya beberapa perguruan tinggi saja yang membuka program MK3L dan salah satunya adalah Usahid.

Sejauh ini, program MK3L Usahid lebih banyak diminati oleh para pekerja di industri Oil and Gas seperti Pertamina dan SKK Migas. “Kita buka pendaftaran setahun dua kali. Satu kali pembukaan, mahasiswa yang mendaftar sekitar 30 orang. MK3L masih peminatan,” katanya.

Prof Kholil berharap, para lulus program pascasarjana MK3L bisa menjadi tenaga-tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Dengan demikian, katanya, bisa meminimalisir atau memitigasi bencana terutama yang terjadi di perkotaan.

Sebab, MK3L tak hanya mencakup bencana-benca alam. “Tetapi juga bencana-bencana di industri, bangunan-bangunan, transportasi, dan sebagainya,” pungkas Prof Kholil. (Hasanuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 2 =